This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 01 September 2016

Pend.Agama Islam

Etika Kerja dalam Islam
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti).” (HR. al-Baihaki)
Dalam memilih seseorang ketika akan diserahkan tugas, rasulullah melakukannya dengan selektif. Diantaranya dilihat dari segi keahlian, keutamaan (iman) dan kedalaman ilmunya. Beliau senantiasa mengajak mereka agar itqon dalam bekerja. Sebagaimana dalam awal tulisan ini dikatakan bahwa banyak ayat al-Qur’an menyatakan kata-kata iman yang diikuti oleh amal saleh yang orientasinya kerja dengan muatan ketaqwaan. Penggunaan istilah perniagaan, pertanian, hutang untuk mengungkapkan secara ukhrawi menunjukkan bagaimana kerja sebagai amal saleh diangkatkan oleh Islam pada kedudukan terhormat.
Pandangan Islam tentang pekerjaan perlu kiranya diperjelas dengan usaha sedalam-dalamnya. Sabda Nabi SAW yang amat terkenal bahwa nilai-nilai suatu bentuk kerja tergantung pada niat pelakunya. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda bahwa “sesungguhnya (nilai) pekerjaan itu tergantung pada apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tinggi rendahnya nilai kerja itu diperoleh seseorang tergantung dari tinggi rendahnya niat. Niat juga merupakan dorongan batin bagi seseorang untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. Nilai suatu pekerjaan tergantung kepada niat pelakunya yang tergambar pada firman Allah SWT agar kita tidak membatalkan sedekah (amal kebajikan) dan menyebut-nyebutnya sehingga mengakibatkan penerima merasa tersakiti hatinya.

Taqwa merupakan dasar utama kerja, apapun bentuk dan jenis pekerjaan, maka taqwa merupakan petunjuknya. Memisahkan antara taqwa dengan iman berarti mengucilkan Islam dan aspek kehidupan dan membiarkan kerja berjalan pada wilayah kemashlahatannya sendiri. Bukan kaitannya dalam pembangunan individu, kepatuhan kepada Allah SWT serta pengembangan umat manusia.
Perlu kiranya dijelaskan disini bahwa kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan didalamnya, oleh karenanya kerja merupakan bukti adanya iman dan barometer bagi pahala dan siksa. Hendaknya setiap pekerjaan disampung mempunyai tujuan akhir berupa upah atau imbalan, namun harus mempunyai tujuan utama, yaitu memperoleh keridhaan Allah SWT. Prinsip inilah yang harus dipegang teguh oleh umat Islam sehingga hasil pekerjaan mereka bermutu dan monumental sepanjang zaman.
Jika bekerja menuntut adanya sikap baik budi, jujur dan amanah, kesesuaian upah serta tidak diperbolehkan menipu, merampas, mengabaikan sesuatu dan semena-mena, pekerjaan harus mempunyai komitmen terhadap agamanya, memiliki motivasi untuk menjalankan seperti bersungguh-sungguh dalam bekerja dan selalu memperbaiki muamalahnya. Disamping itu mereka harus mengembangkan etika yang berhubungan dengan masalah kerja menjadi suatu tradisi kerja didasarkan pada prinsip-prinsip Islam.
Adapun hal-hal yang penting tentang etika kerja yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
1.     Adanya keterkaitan individu terhadap Allah, kesadaran bahwa Allah melihat, mengontrol dalam kondisi apapun dan akan menghisab seluruh amal perbuatan secara adil kelak di akhirat. Kesadaran inilah yang menuntut individu untuk bersikap cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik dengan relasinya. Dalam sebuah hadis rasulullah bersabda, “sebaik-baiknya pekerjaan adalah usaha seorang pekerja yang dilakukannya secara tulus.” (HR Hambali)
2.     Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan.
Dilarang memaksakan seseorang, alat-alat produksi atau binatang dalam bekerja, semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar.
1.     Islam tidak membolehkan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan minuman keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah.
2.     Professionalisme yaitu kemampuan untuk memahami dan melakukan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip keahlian. Pekerja tidak cukup hanya memegang teguh sifat amanah, kuat dan kreatif serta bertaqwa tetapi dia juga mengerti dan benar-benar menguasai pekerjaannya. Tanpa professionalisme suatu pekerjaan akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan juga menyebabkan menurunnya produktivitas bahkan sampai kepada kesemrautan manajemen serta kerusakan alat-alat produksi






Rabu, 31 Agustus 2016

Menggabungkan Audio pada Objek Produksi

Hari ini saya belajar tentang menggabungkan audio dan guru saya menyuruh saya mencari aplikasi captive five

Berita Umum

Pemuda Pinrang Diajak Lakukan Optimalisasi Sektor Maritim

Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Jaringan Kerja Masyarakat (Jangkar) Maritim Nusantara, Irfan Ilyas, mengajak pemuda dan mahasiswaPinrang untuk mendukung optimalisasi sektor maritim di Indonesia.
Ajakan disampaikan Irfan saat bertemu dengan sejumlah pemuda dan mahasiswa di Hotel M, Jl Jend Sudirman, KecamatanWatang Sawitto, Pinrang, Rabu (31/8/2016) malam.
"Langkah pemerintah yang memiliki visi untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim harus diapresiasi oleh semua kalangan," kata Irfan.
Irfan menjelaskan, laut Indonesia berpotensi menjadi poros maritim dunia.
"Untuk mewujudkan itu, harus ada sinergitas antara masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kemaritiman di Indonesia," jelasnya.
Ada beberapa gerakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan potensi kemaritiman di Indonesia.
"Gerakan yang dimaksud adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur pelabuhan, meningkatkan daya saing perkapalan, dan mendorong pertumbuhan ekspor," jelas Irfan

Berita Umum

Reza Positif Konsumsi Narkoba Bersama Gatot Brajamusti tapi Malah Ditemukan Keanehan ini

Penyanyi Reza Artamevia kini berstatu sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba.
Bersama dengan penasihat spiritualnya, Gatot Brajamusti dan istri ketiga Gatot, Dewi Aminah; Reza positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Mereka sebelumnya diciduk polisi di kamar Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (28/8/2016), malam.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan Gatot dan Aminah.
Barang bukti tersebut, yakni dua sachet kristal putih mirip sabu, dua bong atau alat isap sabu, dua pipet kaca, enam sedotan, enam korek gas, tiga dompet, dua telepon genggam, satu strip obat, dan dua kondom.
Namun, dari Reza tak ditemukan barang bukti.
"Yang ada barang buktinya hanya Gatot dan istri saja. Reza positif (mengonsumsi sabu), tapi tak ada barang buktinya," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Selasa (30/8/2016).

Selasa, 30 Agustus 2016

Bahasa Inggris (Tugas)

Hari ini saya belajar bahasa inggris dan guru saya memberikan tugas lalu tugasnya dikumpul

Berita Umum (Polres Luwu Tangkap Warga Wajo Mau Edarkan Narkoba di Belopa)

Polres Luwu Tangkap Warga Wajo Mau Edarkan Narkoba di Belopa

Satuan Narkoba Polres Luwu menangkap Iksan alias Ical dan M Nabil, asal Kabupaten Wajo, karena diduga akan mengedarkansabu-sabu, Rabu (31/8/16).
Keduanya sedang berkendara menggunakan mobil Suzuki Karimun warna kuning saat dihentikan jalan trans Sulawesi, Lingkungan Tanamanai, Kelurahan Tanamanai, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu.
Saat digeledah, polisi menemukan tempat bedak di bawah kursi depan sebelah kiri yang diduduki Nabil.
Iksan yang menyetir mobil.
Tempat bedak dibuka dan ternyata berisi tujuh saset sabu-sabu.
Saat diinterogasi, keduanya mengaku akan memasarkan barang haram tersebut di Belopa.
"Penangkapan ini atas informasi yang kami terima dari masyarakat," ujar Wakapolres Luwu, Kompol Saenong.

Berita Umum (Puluhan Warga Jeneponto yang Keracunan Kerang Masih Dirawat di Taman Kanak-kanak)

Puluhan Warga Jeneponto yang Keracunan Kerang Masih Dirawat di Taman Kanak-kanak

Puluhan warga Desa Mallasoro yang keracunan kerang laut (kerang bulu atau tude) masih dirawat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (31/8/2016) pagi.
Mereka tidak dirawat di ruang perawatan, melainkan gedung taman kanak-kanak (TK) Mallasoro, samping pustu atau sebelah Kantor Desa Mallasoro.
"Ini sudah agak baikanmi, sudah aga enak saya rasa," kata seorang pasien, Hasna (58), kepada tribunjeneponto.com.
"Kemarin itu, saya seperti orang ringan badanku kurasa, mual-mual, sakit perutku, baru muntah," Hasna menambahkan. [Baca juga: Puluhan Warga Mallasoro Korban Keracunan Kerang Masih Dirawat]
Hasna mengonsumsi kerang laut yang diberikan oleh iparnya bernama Haning Dg Bella.
Haning sendiri juga keracunan kerang serupa dan kini masih dirawat bersama Hasna serta puluhan korban lainnya.
Selang cairan infus masih menempel di tubuh mereka. [Baca juga: 11 Warga Desa Bonto Ujung Keracunan Kerang Laut]
Selasa (30/8/2016) malam, Kepala Puskesmas Bangkala Jumaris menyampaikan bahwa 31 warga Mallasoro yang keracunan tude dan meminta bantuan perawatan di Kantor Desa Mallosoro.
Enam belas di antaranya 16 dirawat di Pustu Mallasoro, empat di Puskesmas Bangkala, dan delapan dilarikan ke RSUD Lanto Dg Pasewang, serta satu dibawa ke RSUD Takalar.
"Dua meninggal dunia," kata Jumaris kepada tribunjeneponto.com.
Koban keracunan tersebut berasal dari empat dusun di Desa Mallasoro, yaitu, Dusun Mallasoro Satu, Mallasoro Dua, Kampung Beru, dan Bungun Pandang. (*)