This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Produktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produktif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2016

Menerapkan teknik pengambilan gambar (Klasifikasi shot dasar:)

Klasifikasi shot dasar:


1.ECU(EXTREME CLOSE UP)
   Menampilkan gambar yang sangat detail
2.VCU(VERY CLOSE UP)
   Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3.BCU(BIG CLOSE UP)
   dari wajah hingga ke leher
4.CU(CLOSE UP)
   Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5.MCU(MEDIUM CLOSE UP)
  Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian
  siku sedikit ke atas
6.MS(MEDIUM SHOT)
   Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE  QUARTER SHOT
    menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
    Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
   Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar



Rabu, 07 September 2016

Menggabungkan Audio ke dalam multimedia (Instalasi Adobe Audition)

Cara Instalasi Adobe Audition

Instalasi Adobe Audition
1.      Masukkan CD Adobe Audition kedalam CD-ROM drive komputer.
2.      Pada Windows pilih Start > Run. klik Browse dan pilih file Setup.exe pada CD Adobe Audition
3.      Klik OK pada kotak dialog Run untuk mulai instalasi.
4.      Ikuti instruksi-instruksi yang muncul pada layar.
               Menjalankan Adobe Audition
1.      Klik kanan Start Menu yang berada pada bagian pojok kiri bawah  layar.
2.      Geser mouse anda ke sub menu Program, kemudian akan tampil grup menu.
3.      Geser mouse anda ke Adobe Audition, sehingga tampil Adobe Audition.
4.      Klik Kanan mouse anda pada pilihan Adobe Audition, tunggu beberapa saat, setelah proses berhasil maka ditampilkan dialog menu Adobe Audition.

5.      Untuk keluar dari program Adobe Audition, anda dapat memilih File pada menu bar, kemudian pilih Exit, atau dengan short cut Ctrl+Q.



Menggabungkan Fotografi kedalam sajian multimedia (Jenis-jenis Lensa)

Jenis-jenis Lensa

a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.
b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.
c. berdasarkan aperture maksimumnya.
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.
d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.
Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.







Selasa, 06 September 2016

Menerapkan efek khusus

Efek Khusus

1.    Super  jump 
adalah  adegan  dimana  aktor  utama berlari dan melompat ke udara dengan kecepatan yang luar  biasa.  Sehingga  saat  melompat,  daerah/tempat yang  digunakan  aktor  utama  sebagai  tumpuan menghasilkan  hempasan  debu,  batuan yang  terlontar dan tanah yang retak akibat lompatan tersebut.

2.    Super  crash 
adegan  dimana  aktor  utama mendarat dengan  kekuatan  yang  luar  biasa.  Sehingga   saat mendarat,  daerah/tempat  yang  digunakan  aktor utama sebagai  tumpuan  menghasilkan  hempasan debu,  pecahan tanah  yang  terlontar  dan  tanah  yang retak akibat

3.    Burned  and  destroyed  body 
merupakan adegan dimana  aktor  pendukung  tubuhnya  terbakar  dan hancur berkeping-keping  yang  dikarenakan  oleh kekuatan  dari aktor  utama.

4.    Explosions  element 
merupakan  footage  atau material berupa ledakan (semburan api). 

5.    Smoke charges element
 merupakan material  berupa asap yang timbul akibat ledakan.

6.    Sparks  element
 merupakan  material  yang  berupa percikan api yang terhempas.

7.    Warp  face
 adegan  dimana  aktor  utama menunjukan wujud aslinya. Menampilkan wajah aktor utama  yang  awalnya berwujud  manusia  biasa  lalu berubah menjadi wujud devil yang menyeramkan. 

8.    Debris  element
merupakan footage berupa runtuhan dari beberapa material.

9.    Fire  element
 footage atau  material  yang berupa api biasa.

10. Explosion
merupakan  adegan  dimana  terjadi ledakan, semburan  api  dan hempasan  dari benda/batuan yang dikarenakan oleh ledakan tersebut

Kamis, 01 September 2016

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar pada objek produksi

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar

Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen, kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara. Untuk menjadi seorang kameramen harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dll.

Jenis kamera yang digunakan dalam film sangat beragam jenisnya, namun secara garis besar kamera terbagi tiga yaitu :

1. Kamera foto (still photography)
Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera digital.
2. Kamera film (cinema photography)
Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.
3. Kamera video (video photography)
Untuk kamera vide sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam.

Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton. Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :

1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)
a. Bird Eye View
Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi.
b. High Angle
Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
c. Low Angle
Pengambilan gambar diambil dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau kejayaan.
d. Eye Level
Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.
e. Frog Level
Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar.

2. Ukuran gambar (frame size)
a. Extreem Close-up (ECU)
Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
b. Big Close-up (BCU)
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.
c. Close-up (CU)
Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.
d. Medium Close-up (MCU)
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
e. Mid Shoot (MS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
f. Knee Shoot (KS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.
g. Full Shoot (FS)
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
h. Long Shoot (LS)
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
i. Extreem Long Shoot (ELS)
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.
j. 1 Shoot
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.
k. 2 Shoot
pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.
l. 3 shoot
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.
m. Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.

3. Gerakan kamera (moving camera)
a. Zooming (In/Out)
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
b. Panning (Left/Right)
Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.
c. Tilting (Up/Down)
Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.
d. Dolly (In/Out)
Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
e. Follow
Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
f. Framing (In/Out)
Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.
g. Fading (In/Out)
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.
h. Crane Shoot.
Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan
bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.

4. Gerakan objek (moving object)
a. Kamera sejajar objek. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan.
b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.

Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas

Selain teknik-teknik maupun tata cara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen yaitu sense of art atau rasa seni, karena gambar yang diambil oleh kameramen merupakan karya seni. Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang didapatpun kurang maksimal. Jadi rasa seni yang tinggi dapat dijadikan modal utama untuk menjadi kameramen. Gali terus potensi diri, selamat berkarya, bangun perfilman Indonesia menjadi lebih maju dan sukses.








Rabu, 31 Agustus 2016

Menggabungkan Audio pada Objek Produksi

Hari ini saya belajar tentang menggabungkan audio dan guru saya menyuruh saya mencari aplikasi captive five

Kamis, 25 Agustus 2016

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar Pada Produksi (Materi)

Teknik Pengambilan Gambar
Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan untuk mengabil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana kemudian akan dilakukan proses pengolahan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:
  • Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.
  • Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
  • Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.
  • Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.
Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

Jenis Kamera Video
1) Berdasarkan Format
  • Analog
  • Digital
2) Berdasarkan Media Rekam


  • Betamax
  • VHS
  • 8mm
  • VHS-C
  • DV(Digital Video)
  • Mini DV
  • Betacam
  • Memori stick
  • Mini Disc

  • Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video

    Kenali dan Pahami Kamera Video
    Semua alat yang akan digunakan harus benar – benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.
    Rekaman Video yang Layak Dilihat dan Disimpan
    Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.
    Rekaman Video yang Layak Dinikmati

    Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah – kaidah sebagai berikut:
    • Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.
    • Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.
    • Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.
    • Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )
    • Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
    • Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera
    • Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot
    • Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity
    Rekaman Video yang Selesai dan Layak Tonton 

    Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:
    1. Pra Produksi : Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).
    2. Produksi : Proses pengambilan gambar di lapangan (shooting).
    3. Pasca Produksi : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.
    4. Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb.)
    5. Distribusi : Penyebarluasan karya videografi (screening, penjualan, broadcastingwebcasting, dsb.).
    Ada enam control dasar pada kamera,yaitu:
    1. Exposure (Aperture, Shutter Speed, ND Filter, Gain)
    2. Filter Colour
    3. White Balance
    4. Zoom
    5. Focus
    6. Audio Levels

    1. Exposure :
    Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:

    *Aperture (diafragma)
    Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.

    *Shutter Speed
    Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.

    *ND Filter
    Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.

    *Gain
    Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).

    2. Filter Colour :
    Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.

    Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.

    Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.

    3. White Balance :
    Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
    Cara menyetel white balance:
    Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
    Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
    Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
    Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
    Kamera siap untuk merekam.
    Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
    Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.

    4. Zoom :
    Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).

    Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up
    Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.

    Zooming bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
    - Manual : dengan memutar ring zoom pada lensa
    - Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera

    5. FOKUS :
    Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.

    depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.

    Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.

    Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).

    6. Audio Levels
    Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
    Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).

    Shot dasar:
    1. ECU(EXTREME CLOSE UP)
        Menampilkan gambar yang sangat detail
    2. VCU(VERY CLOSE UP)
        Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
    3. BCU(BIG CLOSE UP)
        dari wajah hingga ke leher
    4. CU(CLOSE UP)
        Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
    5. MCU(MEDIUM CLOSE UP)
        Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian siku sedikit ke atas
    6. MS(MEDIUM SHOT)
        Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
    7. THREE  QUARTER SHOT
        menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
    8. FULL LENGHT SHOT
       Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
    9. LONG SHOT
       Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar
    Two Shot

    Shot yang menampilkan dua orang/objek terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.
    OSS (Over Shoulder Shot)
    Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku atau dibelakang objek yang membelakangi, dan tampak di dalam frame. Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.
    POV (Point Of View)
    Kemera sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar (sudut pandang orang pertama).

    SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
    1. High Angle

    Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.
    2. Normal Angle (Eye level)
    Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata (titik pusat perhatian) obyek yang diambil.
    3. Low Angle
    Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.

    GERAKAN KAMERA
    Panning

    Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
    Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
    Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
    Tilting
    Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
    Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
    Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.

    Tracking
    Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
    Track in : gerak kamera mendekati obyek
    Track out : gerak kamera menjauhi obyek
    Follow
    Kamera mengikuti obyek bergerak searah


    GARIS IMAGINER
    Garis imaginer digunakan untuk memberi batas posisi kamera dalam mengambil gambar agar tidak jumping dan menjaga kontinuitas gambar. Gampangnya kita bayangkan garis lurus yang memisahkan kiri dan kanan. Apabila kita meletakan kamera posisi di sebelah kanan, maka untuk pengambilan berikutnya (apalagi jika kamera tidak hanya satu) juga harus mengambil dari posisi sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.
    ALAT PENDUKUNG KAMERA
    1. Tripod, penyangga kamera yang terdiri dari tiga kaki.
    2. Monopod, penyangga kamera yang hanya mempunyai satu kaki.
    3. Dolly, penopang kamera diatas roda yang bisa digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4 roda.
    4. Cam Crane, alat penopang kamera berbentuk pipa panjang yang disalah satu ujungnya diletakkan kamera dan ujung lainnya diberi pemberat.
    5. Jimmy Jib, semacam Cam Crane yang diberi remote head yang dikontrol oleh operator kamera.
    6. Filter, plastic atau kaca yang diletakkan diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.
    Tips Merekam Video Dengan Sempurna 

    Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
    1. Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
    2. Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
    3. Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
    4. Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas).
    5. Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
    6. Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
    7. Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
    8. Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatushot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.

    Mulok (Cara Menambahkan Sms Gratis Di Blogger)

    1. Silakan login ke Blogger
    2. Pilih Tata Letak
    3. Tambah Widget/Gadget baru
    4. Setelah itu pilih Edit HTML/Javascript
    5. Copy-Paste kodingan dibawah


    <iframe frameborder="0" height="264" name="SMS Gratis" scrolling="no" src="http://sms-online.web.id/widget" style="border: 1px solid rgb(255, 255, 255);" width="84%"> not support</iframe>

    6. Selesai :)

    Rabu, 24 Agustus 2016

    Menggabungkan Audio Kedalam Kajian Multimedia (Tugas)

    Hari ini guru yang mengajar saya hanya memeriksa tugas yang telah dia berikan kepada kami.

    Menggabungkan Foto Grafik Digital Kedalam Kajian Multimedia (Cara Membuat Efek permen Pada Tulisan)

    Cara Membuat Efek permen Pada Tulisan


    Langkah 1: Membuat dokumen baru
    Buat dokumen baru di Photoshop. Anda bebas untuk memilih apa pun dimensi yang dikehendaki, anda memilih 2000 x 1000 piksel untuk tutorial ini. Biarkan sisa pengaturan pada nilai standar.


    Langkah 2: Menambahkan gradien
    Pilih Gradient Tool (shift + g) dan untuk menetapkan pengaturan warna ke # 4ba614 dan # 008c00. Pilih lingkaran seperti gaya gradien dan menciptakan gradien dari pusat gambar Anda ke atas nya.


    Langkah 3: Menambahkan beberapa teks
    Sekarang saatnya untuk menggunakan font . Pilih Type Tool (t) dan pilih Candice atau Terserah Anda sebagai font tapi anda pakai Candice . Mengatur ukuran font-500 piksel (atau nilai yang sesuai dengan dimensi gambar Anda) dan ketik teks pilihan Anda.
    Karena anda membuat-seperti efek permen anda mengetik "Candy".


    Langkah 4: Centering teks
    Setelah itu pilih latar belakang dan lapisan teks bersama-sama dengan mengklik pada mereka pada palet layer sambil memegang sebuah apel) ctrl-tombol (perintah jika yang Anda gunakan. Pastikan Anda memiliki Move Tool (v) yang dipilih. Sekarang Anda dapat pusat teks lapisan Anda secara vertikal dan horizontal dengan menggunakan tombol berjajar dalam palet pilihan Anda, yang secara default ditempatkan di atas ruang kerja Anda.

    Langkah 5: Membuat pola kustom
    Sekarang kita akan menciptakan pola kustom yang kita akan berlaku untuk teks kita nanti.
    Membuat Dokumen Baru (ctrl + n) dan untuk menetapkan dimensi 200 x 200 piksel.

    Langkah 6: Menambahkan dan berputar persegi panjang
    Pilih Rectangle Tool (u) dan menciptakan sebuah persegi panjang dengan lebar 400 pixel dan tinggi 35 pixel. Merubah persegi panjang dengan menekan Ctrl + t ketika sedang dipilih dan putar 45 ° sambil menahan tombol Shift-bawah (seperti ini, persegi panjang berputar hanya dalam 15 °langkah). Pusat persegi panjang yang diputar di latar belakang seperti yang kita lakukan pada Langkah 5 dengan teks kami.

    Langkah 7: Terapkan gradien
    Klik kanan pada lapisan-persegi panjang dan pilih Blending Options. Pergi ke Gradient Overlay dan menetapkan gradien dengan warna # cc0000 dan # b50000. Mengatur sudut gradien untuk 135 °, gunakan linier sebagai gaya dan menerapkan gradien.

    Langkah 8: Multiply persegi panjang
    Salin layer persegi panjang Anda dengan menekan Ctrl + j. Pilih Move Tool (masih v) dan pastikan Anda memiliki disalin lapisan baru dipilih, tahan-key dan tekan 5 kali Shift kiri dan 5 kali atas (dengan menekan tombol shift sambil bergerak-lapisan dengan tombol panah Anda membuat langkah 10 piksel. Itu berarti kami pindah kami lapisan 50 pixel ke kiri dan 50 pixel ke atas).
    Copy disalin persegi panjang (Shape 1 copy) dan ulangi proses.
    Pilih persegi panjang asli lagi, salin dan tekan 5 kali kanan dan ke bawah sambil menahan tombol shift. Salin persegi panjang terbaru dan ulangi proses.
    Sekarang Anda memiliki 5 persegi panjang, masing-masing dengan lebar 50 pixel dan margin 50 pixel persegi panjang berikutnya.

    Langkah 9: Tentukan pola
    Pergi ke Edit -> Define Pattern ... dan nama "baru pola Candy" pola. Pola ini secara otomatis akan muncul dalam pola terakhir membuat Anda digunakan.

    Langkah 10: Menerapkan opsi blending untuk teks
    Kembali ke gambar asli kami dan klik kanan pada lapisan-teks. Buka Blending Options dan menerapkan gaya yang ditampilkan pada gambar di bawah. Gunakan Candy Pola dibuat pola baru sebagai overlay.

    Langkah 11: Hampir sampai
    Pilih Ellipse Tool (shift + u) dan menciptakan elips yang mencakup sekitar sepertiga atas jenis Anda. Pastikan warnanya putih.
    Rasterize lapisan Anda dengan mengklik kanan dan memilih Rasterize.

    Langkah 12: Bermain dengan pilihan
    Ctrl +klik pada layer-teks untuk membuat pilihan di sekitar teks Anda dan tekan
    Ctrl+Shift + i untuk membalikkan pilihan Anda. Pastikan Anda elips-lapisan dipilih dan tekan Hapus. Hanya bagian dari elips yang tumpang tindih dengan teks yang tersisa.

    Langkah 13: Menambahkan lapisan-mask
    Sekarang membuat Layer Mask pada lapisan elips dan pilih Gradient Tool (shift + g). S Mengatur warna gradien untuk hitam (# 000000) dan putih (# ffffff) gaya dan linier. Tahan-tombol Shift untuk membuat lurus gradien sempurna dari titik tertinggi teks Anda mencapai titik terendah. Setelah gradien diterapkan ke lapisan masker Anda selesai.